Dunia itu ibarat baling-baling, mirip mainan bianglala yang terus berputar dan berhenti ketika permainan telah usai. Kenikmatan dunia tidak seterusnya dirasakan. begitu pula kesengsaraan tidak seterunya dialami. Kenikmatan dan kesengsaraan tidak datang sendiri-sendiri, tetapi datang sepaket bagaikan sejoli yang tak bisa dipisahkan. Kebanyakan manusia mengartikan kenikmatan dunia adalah sebanyak apa harta yang dipunya dan kesengsaraan adalah sebanyak apa air mata dan peluh yang diteteskan. Padalah hakekatnya tidak seperti itu. itu adalah perumpamaan bagi orang-orang yang tidak berfikir.
Allah menciptakan dunia dengan keseimbangan dan keselarasan yang luar biasa. Allah juga menciptakan semua berpasang-pasangan. ada siang dan malam, gelap dan terang, hitam dan putih, kanan dan kiri, atas dan bawah. begitu pula hidup. Ada yang menguatkan dan dikuatkan.
Sebagai manusia, selain sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial. Setiap individu itu unik. setiap individu memiliki ciri khas yang berbeda-beda. sering kali keunikan itu tidak ia sadari. justru orang lain yang mengetahuinya. Memahami diri sendiri memang tidak semudah memahami orang lain. kepribadian, kebiasaan, kelebihan, kekurangan, mudah dilihat pada diri orang lain. Oleh karena itu, keterampilan bersyukur sangat penting dalam kehidupan. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Hampir disetiap segi kehidupannya pasti membutuhkan orang lain. dari situlah terjalin ukhwah dan tumbuhnya kasih sayang satu dengan yang lain.
Lingkungan yang baik akan menciptakan generasi yang baik pula. Beruntung sekali bagi orang-orang yang dilahirkan dan tumbuh di lingkungan baik, dikelilingi orang-orang baik dengan kegiatan yang baik. karena tidak semua orang ditakdiran lahir di lingkungan yang baik. banyak yang harus berjuang melawan keadaan lingkungan yang kurang baik. ada yang harus menjadi air di padang pasir, atau bahkan harus menjadi cahaya matahari di pekatnya malam.
Memang tidak ada kata terlambat untuk memulai kebaikan. namun tetap kata terlambat tetap saja berhubungan dengan waktu. pasti ada waktu yang tersia siakan atau tidak termanfaatkan dengan baik atau bisa jadi pembagian waktu yang tidak pas. pasti terbesit sebuah penyesalan disana.
Saat seseorang keluar dari lingkungan kurang baik itu kemudian Allah takdirnya hijrah ke tempat yang lebih baik dan ini tidak disengaja, jika bersyukur harus mengucapkan hamdalah cukup sekali, kau harus ucapkan hamdalah seribu kali. karena tidak semua Allah takdirkan menjadi baik, terketuk pintu hatinya, melembutkan hati yang keras.
Pada kenyataannya tidak semua bisa mengambil hikmah, tidak semua bisa memaknai sebuah kehidupan sehingga ia lupa untuk bersyukur. ia terus memandangi kehidupan orang lain yang ia anggap lebih beruntung darinya. Padahal bisa jadi orang lain yang menilai ia lebih beruntung dari yang lain.
Kebahagiaan memang hanya untuk orang-orang yang bersyukur. dunia hanya tipu daya tidak ada yang dibawa selain amal kebaikan.
Bersyukurlah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar